PD Jumat 16 Oktober 2009

October 12th, 2009

Kemenangan dalam Penyembahan

Lagu-lagu PW untuk PD Jumat ini…
Bisa dipakai buat PW semingguan ini, bisa dipelajari..

Kalau mau dengerin full, klik link ini. Login info:
Username: web@menaradoa.com
Password: menaradoa
(Or use your own account.. =p)

Lirik lihat di Attached File.

God bless… Semoga berguna..

PD Minggu 4 Oktober 2009

September 30th, 2009

We are Saints of God

Lagu-lagu pujian dan penyembahan untuk PD Minggu ini:
(sayangnya di sini imeem kasih batas durasi 30 detik,
klik Play full song here buat dengerin yang komplit).

God bless…
See you in PD.

Formulir Pencalonan Pengurus Baru WAICC

July 17th, 2009

Sehubungan dengan berakhirnya masa bakti Badan Pengurus WAICC periode 2008-2009, maka akan diadakan pemilihan Badan Pengurus WAICC periode 2010-2011. Yang berhak mencalonkan dan memilih adalah Saudara/i yang telah beragama Katolik (termasuk yang sedang menunggu dibaptis) dan telah berusia 18 tahun ke atas. Silahkan print formulir pencalonan ini dan mengembalikan kepada Panitia Pemilihan Pengurus Baru. Satu orang berhak mengirimkan satu formulir pencalonan saja. Formulir ini selambat-lambatnya sudah harus diterima kembali oleh P3B pada hari Minggu, tanggal 16 Agustus 2009. Formulir dapat dikembalikan melalui email atau diberikan kepada ketua TOM, Albert Nugraha. Terima kasih atas partisipasi Anda.

GBU

Doa Rosario

May 7th, 2009

Hellow
Apa kabar semuanya?
Untuk memperingati Bulan Maria yg jatuh di bln May ini kita akan mengadakan doa rosario bersama.

Title: Doa Rosario
Location: 22 Tain St, Applecross
Start Time: 19:30
Date: 2009-05-11
What to bring: Rosario, your heart, and bring along your family/friends and anyone you would like to invite

Mari kita jadikan doa rosario ini sbg hubungan yg lebih mendalam dengan Yesus Kristus melalui BundaNya yg Suci Maria. Kita juga mau belajar untuk menghayati setiap peristiwa2 dlm doa rosario, terutama perasaan dan pikiran Tuhan Yesus serta Maria. Mari kita kembali kepada keimanan kita ttg Bunda kita Bunda Maria, sebuah kesetiaan dan kepasrahan untuk tetap bertahan dalam situasi sulit apapun.

Thank you

GBU all

Kekuatan Pengampunan

May 6th, 2009

Seorang wanita berkulit hitam yang telah renta dengan perlahan bangkit
berdiri di suatu ruang pengadilan di Afrika Selatan. Umurnya kira-kira
70, di wajahnya tergores penderitaan yang dialaminya bertahun-tahun. Di depan, di kursi terdakwa, duduk Mr. Van der Broek, ia telah dinya-takan bersalah telah membunuh anak laki-laki dan suami wanita itu.

Beberapa tahun yang lalu laki-laki itu datang ke rumah wanita itu. Ia
mengambil anaknya, menembaknya dan membakar tubuhnya. Beberapa tahun kemudian, ia kembali lagi. Ia mengambil suaminya. Dua tahun wanita itu tidak tahu apa yang terjadi dengan suaminya. Kemudian, van der Broek kembali lagi dan mengajak wanita itu ke suatu tempat di tepi sungai. Ia melihat suaminya diikat dan disiksa. Mereka memaksa suami-nya berdiri di tumpukan kayu kering dan menyiramnya dengan bensin. Kata-kata terakhir yang didengarnya ketika ia disiram bensin adalah, “Bapa, ampunilah mereka.”

Belum lama berselang, Mr. Van den Broek ditangkap dan diadili. Ia
dinyatakan bersalah, dan sekarang adalah saatnya untuk menentukan
hukumannya. Ketika wanita itu berdiri, hakim bertanya, “Jadi, apa yang Anda inginkan? Apa yang harus dilakukan pengadilan terhadap orang ini
yang secara brutal telah menghabisi keluarga Anda?”

Wanita itu menjawab,”Saya menginginkan tiga hal. Pertama, saya ingin
dibawa ke tempat suami saya dibunuh dan saya akan mengumpulkan debunya untuk menguburkannya secara terhormat.” Setelah berhenti sejenak, ia melanjutkan, “Suami dan anak saya adalah satu-satunya keluarga saya. Oleh karena itu permintaan saya kedua adalah, saya ingin Mr. Van den Broek menjadi anak saya. Saya ingin dia datang dua kali sebulan ke ghetto (perumahan orang kulit hitam) dan melewatkan waktu sehari bersama saya hingga saya dapat mencurahkan padanya kasih yang masih ada dalam diri saya.”

“Dan, akhirnya,” ia berkata, “permintaan saya yang ketiga. Saya
ingin Mr. Van den Broek tahu bahwa saya memberikan maaf bagi dia karena Yesus Kristus mati untuk mengampuni. Begitu juga dengan permintaan terakhir suami saya. Oleh karena itu, bolehkah saya meminta seseorang membantu saya ke depan hingga saya dapat membawa Mr. Van den Broek ke dalam pelukan saya dan menunjukkan padanya bahwa dia benar-benar telah saya maafkan.”

Ketika petugas pengadilan membawa wanita tua itu ke depan, Mr. Van den Broek sangat terharu dengan apa yang didengarnya hingga pingsan.
Kemudian, mereka yang berada di gedung pengadilan, teman, keluarga,
dan tetangga,korban penindasan dan ketidakadilan serupa, berdiri
dan bernyanyi “Amazing grace, how sweet the sound that saved a wretch like me. I once was lost, but now I’m found. ‘Twas blind, but now I see.
(Anugerah yang ajaib, sungguh merdu suara yang telah menyelamatkan orang
yang malang seperti saya. Saya pernah hilang, tetapi sekarang saya
ditemukan. Saya pernah buta, tetapi sekarang saya melihat).

sent by William